Simak Tips Juarai Lomba Karya Tulis Ilmiah Ala Mahasiswi UPER

tips juarai karya tulis ilmiah ala mahasiswi UPER

Salah satu tugas yang umum diberikan kepada mahasiswa adalah membuat karya tulis ilmiah, seperti esai atau paper. Maka dari itu, mungkin akan terasa sedikit sulit bagi mahasiswa baru ketika mulai menulis karya tulis ilmiah.

Melansir dari Exploratorium.edu, keterampilan dalam membuat karya tulis ilmiah penting untuk dimiliki mahasiswa karena bisa membantu dalam analisis dan sintesis ide serta menyampaikannya kepada para pembaca.

Tiga mahasiswi Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina (UPER), yaitu Netti Anjelina, Chyntia Maulini dan Ade Amalya berhasil meraih prestasi dalam kompetisi esai dan paper nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Sriwijaya.

Ketiga mahasiswi berprestasi dari Kampus Swasta Unggulan UPER ini juga membagikan tips untuk menulis karya tulis ilmiah dengan baik. Berikut tipsnya:

Tentukan Tema yang Ingin Diangkat

Sebelum mulai menulis karya tulis ilmiah, pastikan untuk menentukan tema yang ingin diangkat dalam karya tulis tersebut. Meski biasanya tema besar telah ditentukan, kita juga perlu menentukan tema yang lebih spesifik untuk dibahas.

Netti mengatakan, lakukan ristet tentang fenomena yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat di media sosial. Hal ini bisa membuat kita lebih update dengan tren yang ada, sehingga karya tulis ilmiah yang dibuat tidak ketinggalan zaman.

Pelajari Struktur Penulisan Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah terbagi menjadi dua jenis, yaitu esai dan paper. Perbedaan antara esai dan paper yang paling mencolok adalah panjang serta metode penulisannya. Netti mengungkap bahwa esai umumnya lebih pendek daripada paper dengan jumlah kata sekitar 500 hingga 1000 kata.

Selain itu, dalam menulis esai kita masih bisa memasukkan opini kita sebagai penulis. Sementara paper menurut Chyntia, memiliki struktur lebih kompleks dan lebih panjang daripada esai. Dalam penulisan paper, pembahasan lebih terfokus kepada penelitian tanpa menyertakan pendapat penulis.

Lakukan Riset Guna Cari Data Pendukung

Tidak hanya mengamati fenomena yang sedang terjadi di masyarakat, Ade mengungkap kita juga tetap perlu membaca buku, jurnal atau paper yang mempunyai topik pembahasan serupa di internet.

Ade menambahkan, karya tulis ilmiah memerlukan teori atau data-data ilmiah untuk menunjang argumen. Jika tidak memiliki dasar yang kuat, maka argumen kita bisa dipertanyakan oleh penilai.

Apabila telah memperoleh teori dan data yang diperlukan, hal yang dilakukan selanjutnya adalah parafrasa atau mengubah struktur kalimat agar tidak kena plagiasi.

Mulailah Menulis Karya Tulis Ilmiah

Jika sudah menemukan ide topik penelitian, segera tuangkan ide tersebut dalam bentuk tulisan esai atau paper secara terstruktur. Dengan demikian, kita jadi lebih mudah untuk menjelaskan gagasan penelitian kepada dosen pembimbing nantinya.

Ade menjelaskan bahwa membuat kerangka paragraf sebelum mulai menulis, juga bisa membantu penulisan agar lebih terstruktur dan transisi antar paragraf lebih mengalir.

Konsultasi dengan Dosen Pembimbing

Salah satu tugas dosen adalah melakukan penelitian. Oleh karena itu, penting sekali dalam penulisan karya tulis ilmiah untuk mendapatkan kritik dan masukan dari dosen.

Chyntia mengungkap bahwa dosen pastinya lebih memahami metode penelitian atau teori yang digunakan, sehingga bisa meminimalisir terjadinya kekeliruan dalam menuliskan argumen.

Bagi yang ingin beprestasi juga dalam karya tulis ilmiah, bisa mendaftar di Universitas Terbaik di Jakarta UPER melalui jalur yang bisa dilihat di pmb.universitaspertamina.ac.id.

You might like

About the Author: admin

Penulis amatiran yang ingin melampaui Andrea Hirata :D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *